Di era social media, jaman pembatasan penggunaan social media seperti facebook, twitter, ataupun linkedin di kalangan karyawan telah berakhir. Sudah saatnya perusahaan membuka mata betapa bermanfaatnya aktifitas karyawan di social media dapat berdampak positif terhadap marketing perusahaan. Lihat saja, seandainya dalam 1 perusahaan memiliki 50 karyawan dan 1 karyawannya memiliki 800 teman di facebook, 300 follower di twitter, dan 100 connection di linkedin, bisa dibayangkan berapa banyak kesempatan perusahaan untuk meningkatkan brand awareness perusahaan, loyalitas masyarakat, dan bahkan sales dengan memanfaatkan jaringan yang ada pada karyawan. Namun tidak banyak perusahaan yang menyadari hal ini. Untuk itu, kini sudah saatnya perusahaan mengarahkan karyawan untuk memanfaatkan social media sebagai media marketing perusahaan.
1. Edukasi Karyawan
Tantangan utama dalam menerapkan social media marketing dengan mengoptimalkan akun social media karyawan adalah bagaimana mengedukasi mereka agar dapat melakukan engagement pada jaringan pertemanannya dan menyampaikan pesan perusahaan secara lebih halus dan saling menguntungkan bagi perusahaan dan jaringan yang mereka miliki. Misalnya saja, suatu perusahaan produk suplemen dapat mengedukasi karyawannya menjadi konsultan kesehatan di social media. Setiap harinya dia akan menulis seputar gaya hidup sehat di facebook page perusahaan sehingga ini akan menarik banyak minat orang yang ingin memiliki pola hidup sehat dan melakukan engagement. Ingat pada posting saya sebelumnya Konsep Informasi Untuk Keperluan Branding Perusahaan di Social Media . Jika seorang pengguna social media telah menemukan informasi yang memiliki connectivity dan value pada suatu akun facebook lain, maka dia dengan senang hati untuk melakukan engagement. Lalu keuntungannya bagi perusahaan apa? keuntungannya adalah jika karyawan telah dapat mentransfer informasi pola hidup sehat di dalam Facebook Page perusahaan, secara tersirat akan membuat brand perusahaan semakin terpercaya karena dengan pendekatan karyawan yang baik dengan informasi yang diberikan akan mengumpulkan banyak orang untuk aktif bercengkrama di facebook page perusahaan tersebut sehingga dapat mencerminkan bahwa facebook perusahaan suplemen ini populer sebagai tempat informasi pola hidup sehat yang menarik dan tentunya nama perusahaaan di social media akan menjadi pembicaraan bagi orang-orang pencari informasi pola hidup sehat. Kalau sudah begini, perusahaan semakin mudah dalam menyampaikan brand produknya.
2. Memastikan karyawan yang diletakkan di social media adalah orang yang tepat
Orang yang ditunjuk cocok untuk bertanggungjawab dalam menyampaikan informasi melalui social media harus memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan para costumer, patner bisnis, dan prospek lainnya. Dia bertanggung jawab dalam menyajikan informasi yang bermutu yang dapat berguna bagi banyak orang dan tentunya setiap status yang dibuat akan membawa image perusahaan yang baik. Dia memiliki kemampuan untuk menjawab setiap pertanyaan kostumer terhadap informasi yang disajikan ataupun menanggapi setiap posting dari costumer di social media. Dia mampu dijadikan sebagai pakar ahli karena seorang pakar bisa dengan mudah dalam melakukan engagement dibanding karyawan yang bukan dibidangnya. Lalu untuk karyawan lainnya, mereka bertugas untuk menyebar informasi tersebut di akun social media masing-masing dengan memberikan hastag brand produk tersebut atau link menuju asal informasi.
3. Perusahaan sebagai fasilitator.
Perusahaan sebagai pemain belakang layar harus dapat membuat suatu system yang baik, penempatan karyawan yang tepat pada social media yang tepat di waktu yang tepat dan dengan audience yang tepat. Perusahaan dapat mengatur semua materi apa saja yang dapat disajikan di social media.
Informasi yang diberikan perusahaan melalui karyawan yang memang pakar dibidang itu dan disampaikan melalui social media, disebar oleh karyawan lainnya dan kemudian informasi tersebut dibaca oleh banyak orang akan dapat membuat rasa pengalaman yang baik dan disinilah proses engagement sesungguhnya. Ketika apa yang diberikan oleh perusahaan sangat berarti bagi banyak orang yang mendapatkannya.
So, sudah saatnya bagi perusahaan untuk memikirkan memanfaatkan SDM yang ada untuk ikut memasarkan brand perusahaan.
Source: http://www.socmedlab.com




















